A. BULU
TANGKIS
Bulu
tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton
adalah suatu olahraga
raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal)
atau dua pasangan (untuk ganda)
yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis,
bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock")
melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan
berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
·
Induk organisasi
International
Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia
Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada
tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September
2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade
Musim Panas di Olimpiade
Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea
Selatan sama-sama memperoleh
masing-masing dua medali emas tahun itu.
1. LAPANGAN DAN JARING
a. LAPANGAN
Lapangan
bulu tangkis berbentuk persegi panjang
dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada
mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras
terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau
kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis
yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang
keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera
pada pemain.
b. JARING
Jaring
setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap
kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
2. PERLENGKAPAN
a. Raket
Secara
tradisional
raket dibuat dari kayu.
Kemudian aluminium
atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket
bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon
(plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap
perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat.
Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk
sebagian atau keseluruhan raket.
b. Senar
Mungkin
salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar
nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara
umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan
diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang
pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
c. Kok
Kok adalah bola yang digunakan
dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun
membentuk kerucut
terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus.
Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
d. Sepatu
Karena
percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan
pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu
bulu tangkis membutuhkan sol karet
untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama
tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis
mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan
pergelangan kaki.
3. MEMAINKAN BULU TANGKIS
a. Area permainan
Tiap
pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.
Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket,
melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya
kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang
diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok
dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat
mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka
lawannya akan memperoleh poin. Permainan berakhir bila
salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.
b. TEKNIK DASAR PERMAINAN BULU
TANGKIS
Ø Cara memegang raket
Pegangan
raket ada tiga macam, yaitu:
·
Pegangan forehand (pegangan dasar)
Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak
dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
·
Pegangan
backhand
Pegangan
ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan
forehand.
·
Pegangan
pukul kasur / Amerika
Cara
pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai.
Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan
antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.
a. Teknik pukulan
Teknik
pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan
tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan.
Terdapat
macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:
b. Pukulan servis
Pukulan
servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang
lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan.
Macam-macam pukulan servis, yaitu:
a.
Pukulan servis pendek
b. Pukulan servis panjang
c. Pukulan servis mendatar
d.
Pukulan servis cambuk
c. Pukulan lob
Pukulan
lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk
menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis
lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob
yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung
ke arah belakang.
b. Underhand lob, yaitu pukulan lob
yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah
badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
d. Servis
Servis
dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi
jaring ke area lawan. Partai tunggal dan
ganda
memiliki area
servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan
pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan
"keluar" dan poin untuk penerima servis. Posisi kiri atau kanan
tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh
pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan
posisi kiri untuk jumlah poin ganjil.
Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.
Pada
set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan
dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set
sebelumnya.
Untuk
partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan
poin menggunakan sistem pindah bola dan
sistem reli poin:
e. Sistem pindah bola
Ø Sebelum
pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap
pasangan sebagai "orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk
setiap set yang dimainkan.
Ø
Jumlah poin genap atau ganjil
menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.
Ø
Setiap pasangan mempunyai dua
kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola,
kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
Ø
Saat pindah bola, servis pertama
selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh
"orang pertama".
f. Sistem reli poin
·
Setiap pasangan hanya mendapat
satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
·
Servis dilakukan oleh pemain yang
posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
·
Pemain yang sama akan terus
melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.
g. Kesalahan yang terjadi dalam
bermain bulu tangkis
·
Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari
rapat dan sejajar.
·
Posisi "V" tangan berada pada bagian
grip raket yang lebar.
h. Footwork
Footwork
merupakan dasar untuk bisa menghasilkan pukulan berkualitas, yaitu apabila
dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi balk, seorang
atlet harus memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak bisa dicapai
kalau footwork-nya tidak teratur.
i. Sikap
dan posisi
a. Sikap
dan posisi berdiri di lapangan
Sikap
dan posisi berdiri di lapangan harus sedemikian rupa, sehingga dengan sikap
yang baik dan sempurna itu, dapat secara cepat bergerak ke segala penjuru
lapangan permainan.
Beberapa faktor yang harus di perhatikan yaitu :
·
Harus berdiri sedemikian rupa, sehingga berat
badan tetap berada pada kedua kaki dan tetap menjaga keseimbangan tubuh.
·
Tekuk
kedua lutut, berdiri pada ujung kaki, sehingga posisi pinggang tetap tegak dan
rileks. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi kaki sejajar atau salah
satu kaki diletakkan di depan kaki lainnya.
·
Kedua
lengan dengan siku bengkok pada posisi di samping badan, sehingga lengan bagian
atas yang memegang raket tetap bebas bergerak.
·
Raket
harus dipegang sedemikian rupa, sehingga kepala (daunnya) raket berada lebih
tinggi dari kepala.
·
Senantiasa waspada dan perhatikan jalannya kok
selama permainan berlangsung.
b. Sikap dan tahap kerja langkah kaki
Sikap
dan langkah kaki yang benar dalam permainan bulutangkis, sangat penting
dikuasai secara benar oleh setiap pemain. Ini sebagai syarat untuk meningkatkan
kualitas ketrampilan memukul kok.
Beberapa faktor yang harus di perhatikan yaitu :
·
Senantiasa berdiri dengan sikap dan posisi
yang tepat di atas Iapangan.
·
Lakukan gerak Iangkah ke depan, ke belakang,
ke samping kanan dan kiri pada saat memukul kok, sambil tetap memperhatikan
keseimbangan tubuh.
·
Gerak
Iangkah sambil meluncur cepat, sangat efektif sebagai upaya untuk memukul kok.
·
Hindari berdiri dengan telapak kaki di lantai
(bertapak) pada saat menunggu datangnya kok, atau pada saat bergerak untuk
memukul kok.
j.
HITTING POSITION
Posisi
memukul bola atau kerap disebut preparation. Waktu sekian detik
yang ada pada masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang
akan dilakukan. Karena itu posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan
balk dalam upaya menghasilkan pukulan berkualitas.
Hal yang harus di perhatikan yaitu :
a. Overhead (atas) untuk right
handed
- Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kid. Pada saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
- Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.
b.Untuk pukulan underhand(bawah)/net
- Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kid di belakang.
- Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun. Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Sedangkan saat bola dipukul posisi kaki kid harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan sedikit.
c. Untuk footwork maju-mundur
- Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kid. Pada saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
- Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.
b.Untuk pukulan underhand(bawah)/net
- Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kid di belakang.
- Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun. Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Sedangkan saat bola dipukul posisi kaki kid harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan sedikit.
c. Untuk footwork maju-mundur
Cara
latihan :
1. Dari
tengah ke depan; sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki
kiri kemudian kanan..
2. Dari
tengah ke belakang.
3. Dari
depan ke belakang dan sebaliknya.
Kesalahan yang terjadi :
1.
Pada ready position, tumpuan kaki tidak berada
di bagian depan atas kaki. Akibatnya reaksi menjadi lambat.
2.
Posisi
lutut lurus, tidak bengkok.
Pada posisi memukul kaki dan badan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.
Pada posisi memukul kaki dan badan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.
3.
Pada
posisi underhand, kaki kiri berada di depan, keseimbangan kaki tidak ada dan
sulit mengarahakan bola dengan tepat.
4.
Lutut/paha tidak turun, jangkauan kurang,
lambat kembali ke bagian tengah lapangan.
k.
Servis yang benar
1.
Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket
harus berada dibawah pegangan raket.
2.
Perkanaan
kok harus berada di bawah pinggang.
3.
Kaki kiri
statis.
4.
Kaki
hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.
5.
Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu
rangkaian.
6.
Penerima servis bergerak sesaat setelah servis
dipukul.
Servis yang salah
1.
Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih
tinggi atau sejajar dengan grip raket.
2.
Titik
perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.
3.
Posisi
kaki menginjak garis tengah atau depan.
4.
Kaki kiri
melakukan langkah.
5.
Kaki
kanan melangkah sebelum kok dipukul.
6.
Rangkaian
mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus.
7.
Penerima
servis bergerak sebelum kok servis dipukul.







0 komentar:
Posting Komentar